Demo PT Fiberindo Inti Prima

TANGERANG – Ratusan Buruh PT Fiberindo Inti Prima yang tergabung dalam Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Jalan Raya Serang KM 12 Kecamatan Cikupa Kabupaten Tangerang melakukan demo di kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Tangerang, Senin (2/3). Kedatangan ratusan buruh pabrik benang tersebut untuk meminta kepada Disnakertrans agar memediasi negosiasi antara buruh dengan pihak perusahaan terkait tidak dibayarkannya secara penuh gaji mereka sesuai Upah Minimum Kabupaten (UMK) Tangerang 2009 sebesar Rp 1.055.000.

Sejak awal 2009, para buruh pabrik salah satu unit dari Panasio Grup tersebuthanya menerima upah sebesar 1.010.850 per bulan. Ada kekurangan pembayaran sekitar 40 ribu. Sebelumnya, Jumat (27/2) buruh juga melakukan demo di pabrik.
Wakil Sekretaris DPC SPSI Kabupaten Tangerang Arsadi mengatakan, perusahaan tetap tidak mau membayarkan selisih upah sebesar Rp 101.150 dari kenaikan upah 2008 ke 2009. perusahaan hanya mampu membayar kenaikan upah sebesar Rp 57 ribu.
“Kami ingin mengadukan pelanggaran normatif PT Fiberindo Inti Prima ke Disnakertrans. Kami ingin menekan agar Disnakertrans meminta kepada perusahaan agar membayar upah sesuai UMK,” kata Arsadi kepada Banten Raya Post.
Dikatakan Arsadi, penangguhan gaji yang diajukan perusahaan tidak sesuai ketentuan. Pasalnya, tidak ada laporan dari auditor independen mengenai kondisi perusahaan. Selain itu, laporan produksi barang selama 2 tahun terakhir juga tidak diberikan.
“Ada disharmonisasi. Perusahaan tidak memberikan pilihan lain kepada buruh. Alasan penangguhan yang diajukan juga tidak jelas. Syarat penangguhan belum dapat menjadi acuan,” terangnya.
Menurut Arsadi, pihak perusahaan sepertinya sengaja untuk tidak membayar upah buruh sesuai UMK 2009 yang sudah ditetapkan gubernur banten. Pasalnya, perusahaan disinyalir kembali menerima buruh kontrak baru. Selain itu, produksi normal selalu melebihi.
Dialog yang dilakukan antara burh dengan pihak perusahaan yang diwakili Deputi Manajer Support PT Fiberindo Inti Prima Suprapto Sasmita juga mandek. Pihak perusahaan tetap tidak mau memenuhi keinginan buruh. Namun, Suprapto enggan memberikan komentar kepada wartawan.
Kabid Hubungan Industri dan Kesejahteraan Pekerja Disnaketrans Kabupaten Tangerang Monang Panjaitan mengaku, pihaknya hanya mampu melakukan mediasi. Persoalan mengenai penangguhan upah berada di tangan Disnaker Provinsi Banten.
“Pihak perusahaan sudah mengajukan penangguhan upah sejak Desember 2008 lalu. Surat tersebut suah diajukan ke Disnaker provinsi,” kilah Monang.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar