Buruh Konvoi Motor, Polisi Senang

Peringatan Hari Buruh Sedunia yang jatuh pada tanggal 1 Mei dirayakan lewat sejumlah aksi unjuk rasa di beberapa lokasi strategis di Jakarta. Massa pengunjuk rasa terbesar adalah yang berkumpul di Bundaran Hotel Indonesia (HI) dan kemudian berarak menuju Istana Presiden.

Para pengunjuk rasa tersebut tergabung dalam tiga kelompok besar, yakni Persatuan Perlawanan Rakyat Indonesia (PPRI), Kesatuan Aksi Jaminan Sosial (KAJS), dan PRM (Persatuan Rakyat Menuntut).

Ribuan buruh dari sejumlah serikat buruh Jabodatabek dan sekitarnya tidak hanya berjalan kaki dari Bundaran Hotel Indonesia Jakarta Pusat, ada juga yang melakukan konvoi motor. Beberapa kali dengung motor diperdengarkan dengan suara yang nyaring di depan Istana Presiden, tepatnya di samping pos polisi Jalan Medan Merdeka Utara.

Kelompok massa yang tergabung dalam Federasi Serikut Buruh Kota Tangerang (FSPKT) datang mengendarai ratusan sepeda motor. Seorang anggota polisi yang tak mau disebutkan namanya justru tertawa melihat konvoi motor itu.

"Malah bagus kalau mereka unjuk rasanya pakai motor, jadinya kan gak rusuh. Pasti sayang dong sama motornya, sudah bagus-bagus belinya, daripada rusak gara-gara rusuh. Malah mereka jadi hati-hati. Kalau gitu kan jadi damai aksinya," ujar petugas polisi tersebut.

Para bikers ini menjadi salah satu kelompok yang paling awal mengundurkan diri dari depan Istana Merdeka. Sebelum waktu baru menunjukkan pukul 15.30 WIB, mereka telah terlihat berkumpul di persimpangan Jalan Medan Merdeka Barat.

"Kami tidak langsung pulang. Masih ada rencana melakukan konvoi keliling. Hanya rutenya belum jelas, tergandung koordinator yang berada paling depan," kata salah seorang anggota konvoi asal Tangerang itu.

Beberapa dari buruh tersebut berasal dari buruh perusahaan metal yang memang paling banyak massanya. Sebagian besar peserta aksi unjuk rasa hari memang menggunakan atribut Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), meskipun dengan warna kostum yang berbeda-beda.

Para buruh ini masih dengan tekad yang sama menuntut disahkannya Rancangan Undang-Undang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial yang selama ini dianggap tidak serius di selesaikan. Mereka memberikan waktu pada Pemerintah sampai tanggal 09 Mei 2011 nanti.

"Presiden segera sahkan UU BPJS. Jangan membiarkan buruh terus terpinggirkan," seru orator. Massa juga meminta hari Buruh Sedunia 01 Mei ni sebagai hari libur nasional. "Jadikan 1 Mei sebagai Hari Buruh dan libur nasional!" teriak orator lagi.

Menurut Melky Waramas, dari PPRI, massa yang tergabung dalam tiga kelompok itu berjumlah lebih dari 7000 orang. "Kami mempunyai lima poin tuntutan utama yang ingin kami sampaikan pada peringatan hari Buruh ini," ujar Melky saat ditemui di depan Istana.

Lima poin tuntutan itu, lanjut Melky, adalah penghapusan outsourcing dan pekerja berstatus kontrak, meningkatkan upah minimum di atas 50 persen, reforma agraria, pendidikan gratis dan berkualitas, dan kebebasan berserikat (union busting).
Sumber Berita :

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar